Bikin Trenyuh, Kisah Pilu Pemulung dengan Anaknya yang Lumpuh

Monday, September 25th 2017. | Potret

Tubuh kurus Muhammad Dian (10) tergolek lemah di kamarnya yang temaram. Kamar itu, boleh jadi satu-satunya tempat yang dia kenal, selain tumpukan sampah di sekitar rumahnya di RT 01 RW 05, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah. Sejak kecil, Dian memang lumpuh. Ibunya, Yanti (42) tak paham penyebabnya. Hanya saja, ketika berumur sekitar 2 tahun, Dian, mengalami demam tinggi. Setelah itu, Dian benar-benar lumpuh, sampai saat ini.

Ayahnya, Sunarko, paham betul dengan tabiat anak satu-satunya itu. Pria berumur 60-an tahun itu lah yang menjaga Dian kala ibunya bekerja paruh waktu mencuci baju di rumah-rumah tetangganya. Kesehariannya, Sunarko dipercaya untuk memulung sampah di sebuah Gedung Bioskop Purwokerto. Jarak dari rumahnya sekitar 5 kilometer. Pertama kali ikut, Dian ternyata sangat suka dengan banner dan poster film di bioskop. Dian pun suka dengan suara klakson mobil, serta keriuhan anak-anak di Alun-Alun Kota.

Pemulung dengan Anaknya yang Lumpuh

Sejak saat itu lah, Sunarko mengajak anaknya, hampir tiap sore untuk memungut sampah di bioskop dan sejumlah tempat langganan. Itu dilakukannya dua tahun terakhir ini. Menurut Sunarko, sejak diajak memulung, Dian suka menggumamkan apa yang dilihatnya hari itu. Kadangkala, Dian memimpikan apa yang disaksikannya. Itu lah hal yang menggembirakan bagi Sunarko dan istri. Dian jadi lebih aktif sejak sering diajak berjalan-jalan menggunakan becak sampahnya. Dia mengaku sudah memeriksakan Dian ke klinik hingga ke rumah sakit. Namun, itu hanya bisa dilakukan beberapa kali. Keluarga itu terbentur biaya untuk mengobati Dian.

Ironisnya, keluarga kecil ini juga bukan penerima program sosial pemerintah, seperti BPJS maupun PKH. Pasalnya, Sunarko dan Yanti belum resmi tercatat sebagai suami istri. Hal ini karena keterbatasan dana sehingga mereka tak sanggup mengurus akta cerai dari istri dan suaminya terdahulu. Sekarang, pengobatan alternatif lah yang diandalkan Sunarko demi kesembuhan Dian.

Pemulung dengan Anaknya yang Lumpuh

Sekretaris Kelurahan Mersi, Solikhin membenarkan keluarga Sunarko tak menerima program perlindungan sosial. Sebab, keluarga ini tak memiliki kartu keluarga, surat nikah, bahkan tak memiliki KTP Mersi. Namun, dia mengklaim pihak kelurahan tengah mengupayakan pemindahan Yanti menjadi warga Mersi dari KTP aslinya di Purbalingga. Pemindahan itu dilakukan agar keluarga ini bisa menerima berbagai program yang dijalankan pemerintah.

Solikhin berujar, keberadaan keluarga Sunarko pun sudah dilaporkan ke Bupati Banyumas, Achmad Husein, dan ditembuskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Sementara, kelurahan juga membantu dengan memenuhi prasyarat penerimaan jaminan perlindungan sosial dengan melengkapi dokumen kependudukan.

Sumber: regional.liputan6.com

Untuk Berbagi/Share, Anda tak perlu meminta izin
tags: , ,