Masih Merokok! Penderitaan Perokok Berat Ini Akan Bikin Kalian Sadar

Monday, September 18th 2017. | Seru

Pemerintah telah menghimbau dengan berbagai cara untuk menghentikan masyarakat agar tidak merokok. Berbagai akibat dan penderitaan sudah sangat jelas terpampang di berbagai iklan layanan masyarakat tentang bahaya rokok. Tapi para perokok seakan tak peduli dan masih belum mendapatkan kesadaran untuk berhenti merokok.

Penderitaan Perokok Berat
Foto via www.dream.co.id

Mengutip dari www.dream.co.id (17/03/2017) Para perokok wajib membaca kisah pria Malaysia ini. Paru-parunya terpaksa harus dipotong karena sebagian sudah tidak berfungsi lagi.

Muhammad Aidelhan harus merasakan sakit bagaikan luka yang diberi tetesan air jeruk, perih dan pedih.

Awalnya saya tidak menderita penyakit apa pun. Sehat seperti biasanya. Waktu habis dua batang, tiba-tiba dada terasa sesak. Buat berdiri atau menunduk dada terasa nyeri.

Saya minta teman antar ke klinik. Dokter bilang hanya masalah otot dan urat tegang. Jadi saya pun disuntik. Bangun pagi badan masih terasa sakit, terutama di bagian dada.

Pergi ke tukang urut malamnya, tapi esok paginya kembali sakit. Lepas tengah hari, pergi ke klinik di Batu Pahat. Dokter bilang saya harus periksa ke rumah sakit.

Setelah diberi pengantar, saya ke rumah sakit dan langsung masuk ke ICU di Rumah Sakit Pantai. Saat masuk langsung jalani X-Ray.

Begitu hasilnya keluar, saya terkejut. Saya harus operasi dengan membuat satu lubang di dada untuk mengeluarkan kelebihan udara di paru-paru.

Setelah menunggu satu malam di ruang ICU, dokter datang dan bilang biasanya dua hari masalah sudah selesai, tapi ini tidak. Jadi saya jalani X-Ray lagi untuk CT Scan.

Ternyata paru-paru saya sudah bocor dan harus operasi di Rumah Sakit Melaka. Besoknya, ketika sampai di Rumah Sakit Melaka, saya menjalani operasi besar yang membutuhkan waktu lebih kurang 5 jam.

Paru-paru saya sebagian dipotong sebab sudah ada dua lubang dan tidak berfungsi lagi. Dokter menyuruh saya berhenti merokok karena jika diteruskan, paru-paru saya nanti akan seperti karbon dan kemudian hancur secara perlahan-lahan.

Setelah operasi, saya masih tidak bisa menarik napas dalam-dalam. Saya masih menjalani fisio terapi dan senam napas yang benar agar paru-paru saya bisa berfungsi seperti sedia kala.

Jadi, kepada para perokok di luar sana, coba Anda bayangkan ini. Saya tidak boleh tidur lebih dari dua jam untuk sekali tidur.

Sebab kalau lebih dari itu, saya akan mengalami kesakitan yang teramat sangat ketika bangun tidur. Karena ketika kita tidur, paru-paru kita hanya melakukan gerakan yang paling minimal.

Dan jika akan menarik napas seperti biasa, akan terasa perih seperti luka yang ditetesi air jeruk.

Ini bukan cerita bohong, tapi saya alami sendiri. Makanya, bisa dibayangkan, setiap hari Anda akan merasa takut untuk tidur. Jadi saya selalu tidur dalam posisi duduk agar tidak terlalu nyenyak.

Mari Berbagi/Share berita ini agar menjadi peringatan kepada teman atau saudara kita perokok aktif dan pasif di mana pun mereka berada.

Untuk Berbagi/Share, Anda tak perlu meminta izin
tags: , ,